Faktabangsa.com Indramayu – Pendistribusian paket pengadaan di lingkungan DPRD Indramayu tahun 2026, menuai kecurigaan publik. Dari total 27 paket APBD sebesar Rp 6.170.254.977, hampir separuh anggaran didominasi oleh 1 perusahaan sebagai penyedia.
Data yang terakses media ini, pada Kamis (09/07/2026), terpantau sebanyak 7 paket pengadaan di DPRD Indramayu diperoleh 1 perusahaan, yakni PT Alevia Jaya Sejahtera.
Dari 7 paket tersebut, jika ditotal nominalnya ditaksir mencapai Rp 2,1 miliar. Mekanisme pengadaan ini melalui berbagai skema, sistem E-purchasing dan pengadaan langsung.
Paket pengadaan di lingkungan gedung wakil rakyat yang digarap oleh PT Alevia Jaya Sejahteri diantaranya meliputi:
• Belanja jasa tenaga pengamanan kantor/sekuriti Rp 446 juta
• Belanja jasa tenaga media parlemen Rp 180 juta
• Belanja jasa pramusaji fraksi Rp 216 juta,
• Belanja jasa cleaning service Rp 648 juta
• Belanja rehab masjid dan toilet masjid Rp 242 juta
• Belanja rehab dan penambahan bangunan pos jaga Rp 108 juta
• Belanja jasa petugas resepsionis Rp Rp 334 juta.
Pendistribusian paket pengadaan di DPRD Indramayu yang didominasi 1 perusahaan ini menimbulkan tanda tanya besar. Publik curiga, fenomena tersebut bukan sekadar kebetulan, melainkan ada indikasi persaingan tidak sehat, pengkondisian dan transaksional di bawah meja.
Publik menilai, keberadaan satu perusahaan yang menguasai 7 paket itu menunjukkan ketidakseimbangan yang signifikan dikalangan penyedia. Hal ini bukan hanya soal kemampuan perusahaan, tetapi juga soal bagaimana proses pengadaan dilakukan.
Sementara, belum ada keterangan resmi dari DPRD Indramayu terkait 1 perusahaan mendominasi 7 paket tersebut. Hingga berita ini disusun, upaya konfirmasi masih akan dilakukan untuk menyeimbangkan informasi.
(Redaksi Faktabangsa.)

