Faktabangsa com | Indramayu – Pekerjaan infrastruktur jalan yang bersumber dari APBD Indramayu tahun 2026, kembali diwarnai dengan dugaan pemangkasan spesifikasi volume beton (ready mix), pada Senin (20/07/2026).
Dugaan tersebut, kali ini mengarah pada pengerjaan proyek jalan lingkungan (jaling) di wilayah Desa Sukamelang Kecamatan Kroya.
Terpantau di lokasi proyek, pengecoran tengah berlangsung yang diprediksi baru mencapai 50 persen pengerjaan. Sebagian ruas jalan lainnya, diketahui masih dalam persiapan untuk digelar beton.
Sorotan tajam mulai tertuju pada sebagian ruas jalan yang belum di cor. Pasalnya, ketebalan urugan batu dibagian tengah jalan terlihat sangat tidak wajar dan nyaris separuh dari ketinggian papan bekisting. Praktik tersebut diduga merupakan modus operandi pelaksana untuk mengurangi volume beton.
Praktik menggelar urugan batu dengan ukuran ketebalan yang tidak wajar dibagian tengah jalan tersebut kerap dilakukan oknum-oknum kontraktor nakal untuk menekan biaya pekerjaan di lapangan.
Di lokasi, tim media belum sempat melihat papan informasi. Namun jika melirik di SPSE Inaproc, proyek tersebut diduga dari APBD Indramayu tahun 2026 melaui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan (Diskimrum).
Pagu anggaran proyek tersebut senilai Rp 200 juta. Dalam hal ini, CV Dua Putri Adelia merupakan pihak yang diduga bertindak sebagai pelaksana.
Koordinator Umum (Koordum) Forum Peduli Indramayu (FPI) Masdi, merasa geram menyaksikan enomena ketebalan urugan batu yang tidak wajar tersebut. Ia meyakini, hal itu merupakan pola dan cara pelaksana untuk mengurangi spesifikasi volume beton.
“Jika diperhatikan secara seksama, urugan batunya memang tidak wajar, saya yakin itu modus pelaksana mengurangi volume beton,”Tuding Masdi.
Entah dari Dinas manapun, Masdi bersama organisasinya mendesak kepada pihak terkait agar mengkroscek proyek tersebut dan melakukan evaluasi total. Langkah ini penting dilakukan untuk memastikan uang rakyat dipergunakan dengan benar.
Sementara, tim media bersama FPI masih menelusuri Dinas yang bertanggung jawab dan pelaksana proyek tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi terus dilakukan guna mengungkap dugaan miring tersebut.
(Red)

