INDRAMAYU – Penemuan sesosok mayat yang mengapung di aliran Sungai Cipelang pada selasa (23/12/2025 ) sekitar pukul 09.00 WIB di Desa Rancajawat, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Orang tua mayat mengapung berharap polisi mampu ungkap kematian anaknya.Minggu ( 4/1/2026 )

Penemuan sosok mayat yang mengapung di saluran irigasi sungai Cipelang Desa Rancajawat masih menyisahkan misteri besar bagi kepolisian dalam mengungkap penyebab kematian. Dalam beberapa kasus kematian yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan, Jajaran Polres Indramayu berhasil mengungkap berbagai motif pembunuhan dari yang menggemparkan penemuan sosok mayat wanita muda dalam kamar kost dan polisi segera menemukan tersangkanya yakni anggota polisi polres Indramayu selanjutnya kasus pembunuhan satu keluarga Alm. H. Sahroni dan polisi polres Indramayu dengan cepat berhasil meringkus para pelakunya serta sederet kasus tindak pidana lainnya.

Dalam kasus penemuan sosok mayat mengapung di sungai Cipelang ini, keluarga korban berharap jajaran kepolisian polres Indramayu dapat bekerja cepat guna dapat menentukan penyebab kematian. Asidi ayah dari Asep yang mayatnya mengapung di sungai Cipelang besar harapan kepada kepolisian agar dapat serius mencari petunjuk sehingga dapat menentukan kematian anaknya dan dapat meringkus pelakunya.

Asidi menduga kuat kematian anaknya adalah korban pembunuhan, hal tersebut di tengarai dari beberapa kejanggalan semasa hidup anaknya serta dari kondisi mayat yang memiliki luka seperi lubang di bagian perut

” Kondisi mayat anak saya ada luka lubang di bagian perut di bawah pusar dan seperti ada lubang di bagian pinggul, lubang lubang tersebut terlihat di dalam foto yang saat mayat masih berada di dalam sungai saat akan di evakuasi untuk dilakukan otopsi. Namun kepolisian Polsek Tukdana melalui kanit reskrim bahwa otopsi tersebut masih bersifat sementara dan tidak ditemukan unsur kekerasan atau pembunuhan.
Saya melihatnya sangat janggal akan luka yang ada di dalam tubuh anak saya, saya meminta kepada kepolisian agar di lakukan otopsi total, sehingga kejanggalan dari lubang anak mayat anak saya dapat teridentifikasi penyebabnya. ” Ucapnya

Asidi juga menceritakan bahwa semasa hidupnya sebelum kematian, Asep pernah dikeroyok oleh sekelompok orang di Blok Pipisan, Desa Kedokan, Kecamatan Kedokan. Dari kejadian pengeroyokan anaknya itu apakah ada motif dendam yang dilakukan oleh pelaku pelaku pengeroyokan.

Dari kondisi mayat yang sudah kaku, keadaan mayat dalam keadaan tangan dan kaki terlentang seakan telah terjadi perlawanan dengan banyak orang. Hasil otopsi tidak merinci apakah ada bekas memar di bagian pergelangan tangan dan kaki. Dan barang barang milik mayat Asep juga raib seperti sebuah sepeda motor merk Honda Vario serta Handphone, sedangkan dompet milik korban masih berada di dalam saku celana jeans yang dikenakan.

Kasus yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, ini yang menjadi tugas berat dan Pekerja Rumah ( PR) bagi kepolisian dalam mengungkap misteri kematian yang dinilai masyarakat tidak wajar. Polisi harus mampu mendalami dan mencari petunjuk dalam kasus mayat mengapung di Sungai Cipelang. ( Cheppy )

Share.
Exit mobile version